Halo para pengunjung Blog.! mohon maaf saya jarang Update tulisan karena akhir2 ini sedang sibuk. kali ini saya akan release sebuah artikel opini saya tentang "Jokowi".selamat membaca :)


 “REVOLUSI MENTAL”: TENDENSI KARAKTERISTIK BANGSA INDONESIA ERA JOKOWI

Ir. H. Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi lahir di SurakartaJawa Tengah21 Juni 1961. Jokowi adalah Presiden ke-7 Indonesia. Joko Widodo dibesarkan dari keluarga yang cukup sederhana. Tak banyak yang tahu, bahwa dulu rumahnya pernah digusur sebanyak tiga kali, ketika dia masih kecil, namun  ia mampu menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada dengan baik. Setelah lulus, Jokowi menekuni profesinya sebagai pengusaha mebel (Kompas, 2015).
Jokowi memulai karier politiknya dengan menjadi Wali Kota Surakarta pada tahun 2005. Namanya mulai dikenal setelah dianggap berhasil mengubah wajah Kota Surakarta menjadi kota pariwisata, kota budaya, dan kota batik. Pada tanggal 20 September 2012, Jokowi berhasil memenangi Pilkada Jakarta 2012. Kemenangannya ini dianggap mencerminkan dukungan populer untuk seorang pemimpin yang "muda" dan "bersih", meskipun umurnya sudah lebih dari lima puluh tahun. Jokowi dikenal di Indonesia sebagai sosok pemimpin yang legowo, santun dan merakyat. Tak jarang, beliau blusukan ke daerah-daerah terpencil untuk melihat secara langsung keaadaan rakyat saat itu. Kegiatan tersebut seperti “vitamin” bagi jokowi untuk melihat perkembangan daerah yang dia pimpin.
Joko, panggilan kecilnya, menjalani sebagian besar masa kecilnya di Surakarta. Sejak kecil, Joko Widodo dikenal sebagai sosok yang rendah hati. terlihat bahwa ia tidak pernah berbicara sinis, ia selalu membungkuk bila bertemu orang, ia menyalami siapa saja, dan ia ‘ngajeni’ (bhs jawa = menghormati) siapapun. Jokowi tidak suka merendahkan orang lain, ia selalu memuji tapi juga tegas, tampaknya Jokowi menggunakan bahasa yang menyenangkan lawan bicaranya, ia tidak merasa dirinya harus dilayani, ia bahkan sering merasa harus melayani orang. Karakter melayani ini mungkin sudah terbentuk sejak masa ia kecil, masa ia tumbuh, ia lahir dalam kondisi miskin dan satu-satunya untuk bertahan hidup adalah dengan melayani orang lain, ia bekerja untuk membiayai sekolahnya.
Jokowi juga mempunyai sifat yang tulus. Sikap yang tulus dari seseorang dapat dilihat dari caranya berbicara, caranya bekerja, biasanya orang yang tulus bekerja tanpa beban dan tidak direpotkan pada hal-hal yang artifisial, trik-trik dan segala apapun yang membuat dirinya diuntungkan dan merugikan banyak orang. Karakter dasar tulus Jokowi ini dilihat dari cara ia bekerja untuk rakyat banyak, hal yang paling menonjol adalah ketika ia tidak mengambil gajinya. Disaat pejabat Negara habis-habisan menggarong dana  APBN atau APBD lewat proyek-proyek tender yang di mark up, Jokowi tidak mengambil gajinya. Jokowi lebih memilih menyumbangkannya atau menyedekahinya. Hal ini menunjukkan bahwa Jokowi adalah orang yang tulus dalam melakukan setiap pekerjaan. Ketulusan dia bekerja inilah kemudian membawa prestasi yang luar biasa bagi Kota Solo, ia dengan cepat mengubah keadaan dan membangun landasan perubahan revolusioner menjadikan kota Solo yang tadinya dianggap kota kecil dan hanya dibawah bayang-bayang kota Semarang dan Yogya, kini sebagai kota modern tapi berkebudayaan, bahkan Solo sekarang lebih dikenal daripada Semarang dan Yogyakarta.
Selain sifat Jokowi dari sisi personalitasnya, beliau  juga adalah sosok pemimpin yang mempunyai pola pikir yang Revolusioner. Revolusioner artinya berpikiran jauh ke depan. Disaat masih banyak orang yang melakukan hal-hal tidak produktif, Jokowi telah memikirkan masa depan Bangsa Indonesia 100 tahun ke depan. Apa yang dilakukan oleh Jokowi tidak hanya untuk generasi saat ini, namun untuk Indonesia di masa depan. Pak Jokowi telah mengatur strategi agar Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara-negara di dunia lainnya. Dapat kita lihat, saat ini pembangunan berskala besar terus dilakukan, mulai dari pembangunan jalan tol, jembatan, bandara, pelabuhan, pembangkit listrik dan lain sebagainya. Semua hal ini bertujuan untuk menjadikan masyarakat Indonesia menjadi lebih produktif dan menghasilkan produksi yang lebih baik dan lebih banyak lagi. Tersedianya infrastruktur yang baik merupakan syarat untuk menjadi negara maju. Kerja keras Pak Jokowi saat ini tentunya untuk mempersiapkan dan menyongsong Indonesia agar menjadi negara maju dan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
Sejak awal kampanye hingga terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, Jokowi menegaskan perlu adanya gebrakan karakter bangsa yang harus di benahi. Perilaku immoral anak muda Indonesia seperti narkoba, pergaulan bebas etika terhadap orang tua menjadi perhatian penting bagi beliau. Untuk itu Jokowi mencanangkan Revolusi Mental, sebuah gebrakan untuk memperbaiki kembali karakter arif bangsa Indonesia melalui toleransi, budi pekerti dan jiwa sosial. Gagasan Revolusi Mental dinilai cocok untuk mendongkrak kualitas bangsa Indonesia. Terlebih, gagasan itu lahir dari pemikiran dan analisa kondisi masyarakat saat ini (Kompas, Budiarto Shambazy). Tak asal buat, Jokowi mencantumkan Revolusi Mental secara khusus dalam salah satu Nawacita yakni 9 program (harapan) yang dicanangkan oleh Jokowi.  Airlangga  Pribadi, yang merupakan Direktur Eksekutif Indonesia Mahardika Institute menyebut revolusi mental ini sebagai solusi yang tepat bagi perbaikan Indonesia. Pasalnya, permasalahan seperti korupsi, degradasi moral, intoleransi dan stagnasi kesejahteraan merupakan sebagian kecil dari penyakit bangsa saat ini. Menurut Airlangga, 10 tahun terakhir pemerintahan tidak membawa perubahan. Sementara saat ini orang yang bernama Jokowi menjadi pilihan yang mampu membawa harapan. Gagasan Revolusi Mental oleh Jokowi ini diharapkan mampu memberi harapan perubahan yang substansial. Melalui sosok yang sederhana dan pemikiran yang revolusioner, Jokowi memberi angin segar bagi permasalahan berbagai macam degradasi moral di Indonesia.
Dengan demikian, tak ayal kehadiran Jokowi sebagai pemimpin yang berkarakter, memberi warna baru bagi sepak terjang bangsa indonesia dalam menuju peradaban yang lebih karakter. Tentunya dengan harapan bahwa apa yang dirancang dan digagas oleh Jokowi mampu menyelimuti sendi-sendi kehidupan berbangsa dari semua lapisan masyarakat yang ada di Indonesia. Sejatinya, karakter kepemimpinan yang lembut namun keras menjadikan Jokowi diterima di kalangan masyarakat sehingga nantinya jokowi mampu memberikan arah perubahan yang lebih baik sedikit demi sedikit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WRITINGTHON ASIAN GAMES 2018